Minggu, 04 Januari 2015

SPIRITUAL JOURNEY ( MUSIM HAJI TH 2008 )


























Pantai Laut Merah dengan background Masjid Apung...





















































Bersama teman satu rombongan

























Bersama teman satu rombongan dan satu kampung hehehe...

























Lokasi Jamarat yang masih dalam tahap pembangunan

























Bersama ketua rombongan Bp. Yuhyi ( senangnya melihat yang masih muda sudah mampu berhaji )





























































Semangat juang pergi melontar Jamarat


























Kami sekarang di Jabal Rahmah...



























Lorong jalan ini  tidak pernah sepi oleh jamaah...


Ini lokasi menunggu shuttle bus yang akan membawa jamaah sholat ke Masjidil Haram, background pondokan kami di lantai 3 gedung itu.


























Ayah background Jabal Uhud....



























Suasana pagi hari Masjid Nabawi...


Green Dome...Assalamualaika yaa Rasulullah...





























Photo bareng setelah acara pemberangkatan 6 Oktober 2008 di Asrama Haji Batam Centre

Rabu, 02 Juli 2014

RAMADHAN YANG DINANTI......1435H ( SAATNYA BERKUMPUL )

Alhamdulillah.... Ramadhan tiba dengan segala warna warninya yang dirindukan, semoga ini bukan rasa riya' dihati yang muncul tiba-tiba dengan ungkapan kata rindu Ramadhan, berharap bahwa ini adalah tunas rasa keimanan yang bisa dipupuk menjadi pohon yang kuat dan berakar kokoh  dihatiku.

Satu tahun tidak terasa anak-anak jauh dari kami menempuh pendidikannya masing-masing, dan satu tahun telah kami lalui berdua di rumah yang sepi tanpa suara gaduh kedua anak gadis kami, kini saatnya berkumpul......Ramadhan menyatukan kami kembali Terima kasih yaaa Allah atas karuniaMu di bulan yang penuh berkah ini. 

Semoga Ramadhan tahun ini kami sekeluarga diberi kesehatan, teringat tahun lalu sepuluh hari terakhir Ramadhan aku batuk hebat....cuma bisa menangis saat itu mengingat waktu yang berlalu sia-sia.

Minggu, 01 September 2013

"DIA KARTIKA"..........

Batam, Minggu 1 September 2013...... 
Adalah hari yang kami tunggu-tunggu, hari ini kak byan bisa dijemput dari pondok pesantren setelah 2 minggu yang lalu kami antarkan ke sana walau dengan berat hati karena masih suasana Idul Fitri.
Bunda sudah menyiapkan makanan kesukaan kakak, nasi kuning + sambel teri dan brownies kukus coklat......"jemputnya pagi2 ya maa..." itu permintaan kakak waktu dapat jatah telpon minggu lalu, semua sudah kami atur sedemikian rupa, habis sholat subuh langsung berangkat, trus cari sarapan dan belanja lauk, mama akan masak lauk kesukaan kakak, pokoknya hari ini perbaikan gizi.
Sepertinya kami datang paling cepat, gate asrama belum dibuka dan setelah bunda intip ke halaman sekolah yang bersebelahan dengan asrama, ternyata anak-anak masih berolah raga, kami sempat keluar lokasi sekolah untuk beli minuman dan kembali kira-kira pukul 6.45, akhirnya bunda nekat untuk meminta ijin pada pengasuh agar kakak bisa pulang lebih awal, setelah negosiasi yang alot pengasuh mengijinkan dengan syarat minggu ini tidak dapat jatah menelpon keluarga......ok deal.....bunda masuk dan ternyata kak byan sudah ada di bawah......di sampingnya berdiri kak tika yang juga sudah bersiap-siap dijemput ayahnya...( dalam hati bunda...anak ini begitu tenang, wajahnya polos tanpa ekspresi). Bunda sangat bersyukur begitu tau kak tika juga didaftarkan di pondok pesantren ini, mereka satu sekolah dari SD dan kami bertetangga pula walaupun tidak begitu dekat, sambil berlalu bunda sapa  "kak tika gak ikut sekalian?"......"gak tante, titip barang aja, bapak nanti jemput"........"kami duluan ya kak..." sahut bunda sambil merangkul kak byan dan berjalan ke mobil, kami mulai menyusun rencana, "mau belanja dimana?" tanya ayah, sambil lewat ajalah sahut bunda, sambil sekali-kali kami menanyakan kegiatan kak byan selama 2 minggu ini.
Tiba-tiba hp bunda berdering........ternyata  telpon dari rumah dengan suara terbata-bata adikku bertanya "kakak di mana?".." masih di  batu aji"  jawab bunda.."tolong kakak balik lagi jemput tika, bapaknya kecelakaan dan meninggal barusan waktu berangkat mau menjemputnya "...........Allahu Akbarrrrrrrr.......INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN....sungguh Engkau Maha Besar dan hanya kepadaMu lah  kami akan kembali.....tangis kami pecah, ayah keliatan begitu gugup karena kaget......"tadi subuh kami  papasan di pintu masjid, ayah tanya jam berapa bapak  berangkat jemput tika dan dijawab "jam 7 an Pak" ,  wajahnya pucat dan tangannya begitu  dingin saat bersalaman ".......cerita ayah. Kini seorang ayah yang dinanti putrinya itu telah tiada.......telah pergi menghadap Penciptanya......
Kami memutar arah mobil dan kembali ke pondok pesantren menjemput kak tika, larut dalam kaget dan kesedihan kami masing2......sampai di pondok bunda segera  minta ijin dengan pengasuh untuk menjemput kak tika sambil menjelaskan musibah itu ke pengasuh, kami sepakat untuk tidak menyampaikan dulu musibah ini ke kak tika. Sambil merangkul pundaknya " kak tika pulang sama tante yahh, bapak gak bisa jemput" ucapku pelan, perih dadaku mengucapkan kata-kata itu, tapi aku harus kuat, dia tidak boleh tahu musibah ini sekarang.......Ya Allah....kuatkan hati kami....kuatkan gadis kecil ini menghadapi ketentuanMu, dengan wajah sedikit bingung tanpa banyak tanya kak tika kami gandeng menuju mobil. Tidak ada pembicaraan.......hanya detak jantung kami yang bergemuruh seiring dengan perjalanan kami yang begitu cepat rasanya........"kak tika ini ada kue, ayo dimakan nak...." hanya itu komunikasi sepanjang perjalanan kami.......sampailah kami di tempat kecelakaan terjadi, mobil-mobil masih banyak, petugas kepolisian masih sibuk juga kerumunan orang-orang, kami melewati jalan itu pelan.....terlihat sebuah innova hitam nyungsep menyeberangi got pinggir jalan, pecahan kaca berserakan....bisa dibayangkan dahsyatnya kecelakaan itu, sedikit mengangkat kepala melihat kedepan "ada apa yahhh?" tanya kak tika pelan, tidak ada keberanian bunda menjawab pertanyaan itu.....ayah hanya memandang lurus ke depan dengan dada yang sesak sementara bunda sekuat tenaga menahan airmata, dengan ujung mata bunda lihat kak byan menunduk memegang erat bonekanya......entah apa gerangan yang  pikirkan gadis kecilku atas musibah yang menimpa sahabatnya???

Tanpa kami sadari perjalanan kami telah sampai, bunda turun dan membuka pintu belakang mobil "ayo kak tika, tante antar yah sampai ke rumah" kami berjalan pelan.......memasuki halaman samping rumahnya, kak tika berhenti melangkah demi melihat tenda terpasang, kursi-kursi tersusun dan tamu2 yang ramai yang menatapnya dengan tatapan iba.."ada apa tante, kok ramai?".......kupeluk gadis kecil itu seerat yang kubisa.......ingin kusatukan kekuatanku untuk menopang luka bathinnya........"kuatkan hatimu ya nak.....bapak sudah tidak ada"........tidak ada suara tangis hanya dadanya berguncang hebat dalam pelukanku...........Allah........Kau Maha Perkasa...berikan kami sedikit kekuatanmu pada hati dan perasaan kami yang hancur berkeping hari ini.......
Jika ini hanya bagian dari episode sinetronpun aku pasti tetap menangis........dan ini bagian dari perjalanan hidupku pagi ini, episode kehidupanku......kurangkul kak tika dan kak byan agar kami  saling menguatkan.........

"Selamat jalan Pak Badrun........semoga Allah menerimamu dan memberimu tempat yang layak disisiNya, telah kau tunaikan tanggungjawabmu sebagai seorang ayah sampai maut menjemputmu.....Allahumma Taqabbalhum Syuhada.......Aminn Ya Rabbal Alaminnnn, 2 putri yatim yang kau tinggalkan akan menjadi tanggungjawab kami........In Shaa Allah.....

Minggu, 16 Juni 2013

Yogyakarta, 05 Mei 2013


























05 Mei 2013  berangkat dari Batam ke Yogya untuk persiapan pendaftaran kuliah kakak, Alhamdulillah semua lancar.......( Daftar-tes-terima hasil-registrasi awal-cari kos ) finish dalam 1 hari.

Rabu, 03 Oktober 2012

Rest In Peace.......Sahabat




"Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun,,,,,", Rabu 03 Oktober 2012

Hari ini berakhir sudah rasa sakit bertahun-tahun yang kau derita sahabat, cinta suami dan putra putrimu juga keluarga besarmu tidak mampu mengalahkan cinta Sang pemilik kehidupan kepadamu, telah kau jalani takdir terbaikmu saat kau memenuhi panggilanNya untuk kembali, tenang dan damailah di sana....kamilah yang cepat atau lambat akan menyusulmu ke dunia baru yang abadi, kepergianmu tidak hanya menorehkan luka namun  juga menjadi pembelajaran bagi kami semua bahwa sebaiknya kami mempersiapkan diri menunggu giliran panggilan itu datang. 
Jika hari ini kami menyaksikan jalan yang kau tempuh untuk memenuhi panggilan itu, tapi kami tidak tau akan seperti apa yang akan kami hadapi kelak waktu itu tiba, akankah sama sepertimu berada diatas tempat tidur empuk didampingi orang-orang yang kau cintai ataukah sendirian disuatu tempat gelap sunyi entah dimana, semuanya masih  menjadi rahasia Allah.....
Membayangkan 22 tahun silam di masa2 sekolah kita adalah salah satu fase terindah dalam hidup kita berempat ada Ratna, Jar, aku dan dirimu.......kau paling cantik diantara kami  membuat kami sering merasa iri sekaligus minder disampingmu, kau yang cantik, tinggi semampai, supel dan baik hati laksana bidadari......
Waktu memisahkan kita berempat bersamaan dengan acara perpisahan sekolah, kita mencari jalan hidup masing-masing hingga pada suatu malam beberapa tahun yang lalu kalian bertiga datang ke rumahku, saat itu kita lupa bahwa ada suami2 kita yang bingung melihat tawa kita yang sambung menyambung......alangkah indahnya saat itu......
Waktu terus bergulir dan beberapa bulan yang lalu kamilah bertiga yang mengunjungimu, saat itu penyakit telah menggerogoti tubuhmu, kami semua ingin menangis melihatmu terduduk lemah di kursi roda......tapi kami juga tidak ingin melihatmu bersedih.......kami kuatkan diri untuk tidak menangis dihadapanmu.
Tibalah hari ini saat semua penderitaanmu berakhir......selamat jalan sahabat, semoga amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT dan dirimu ditempatkan disebaik-baik tempat disisiNya........Aminnn

Minggu, 18 Maret 2012

Sahabat

Hari ini aku terima sms dari salah satu teman sekolah dulu menanyakan kabar sahabat kami yang beberapa bulan lalu kami besuk, sahabat kami itu divonis kanker payudara, kanker ganas yang menyebabkan kematian ibuku 12 tahun yang lalu. Sakit kembali menusuk hatiku saat aku lihat sahabat yang dulu menjadi bintang di sekolahku terduduk di kursi roda, terbayang kembali wajah kuyu ibuku yang menahan rasa sakit setiap dia membersihkan luka borok payudaranya.

Dan kini penyakit itu melenyapkan keceriaan sahabatku.......dia yang begitu ceria, bintang sekolah, kebanggaan di kelas kami, anggota paskibra tingkat provinsi,  tubuhnya semampai bak model tapi  sekarang dia terduduk lemah di kursi roda, kakinya yang jenjang sudah tidak mampu menopang tubuhnya, mata yang dulu indah kini seperti mata panda, rambutnya yang dulu hitam bergelombang walau sekarang tertutup jilbab tapi kami tau rambut itu sudah mulai rontok akibat penyakitnya.

Ya Allah aku begitu bersyukur....alangkah beruntungnya diriku yang masih bisa memasak dan melayani suami dan anak2ku, ampuni hambamu ya Allah apabila dalam lelahku aku terkadang mengeluh, aku lupa bahwa begitu banyak perempuan lain yang ingin melakukan pekerjaan ini namun mereka tidak dikarunia kesehatan juga kesempatan untuk melakukannya........Ampuni aku Ya Rabb.....

Ya Allah berikan sahabatku takdir terbaiknya yang telah Kau tetapkan untuk dia jalani......dan berikan kepada keluarganya kesabaran untuk merawatnya dengan sebaik-baiknya......aminnn...aminnnn Ya Allah........

 Tidak ada yang abadi.......