Batam, Minggu 1 September 2013......
Adalah hari yang kami tunggu-tunggu, hari ini kak byan bisa dijemput dari pondok pesantren setelah 2 minggu yang lalu kami antarkan ke sana walau dengan berat hati karena masih suasana Idul Fitri.
Bunda sudah menyiapkan makanan kesukaan kakak, nasi kuning + sambel teri dan brownies kukus coklat......"jemputnya pagi2 ya maa..." itu permintaan kakak waktu dapat jatah telpon minggu lalu, semua sudah kami atur sedemikian rupa, habis sholat subuh langsung berangkat, trus cari sarapan dan belanja lauk, mama akan masak lauk kesukaan kakak, pokoknya hari ini perbaikan gizi.
Sepertinya kami datang paling cepat, gate asrama belum dibuka dan setelah bunda intip ke halaman sekolah yang bersebelahan dengan asrama, ternyata anak-anak masih berolah raga, kami sempat keluar lokasi sekolah untuk beli minuman dan kembali kira-kira pukul 6.45, akhirnya bunda nekat untuk meminta ijin pada pengasuh agar kakak bisa pulang lebih awal, setelah negosiasi yang alot pengasuh mengijinkan dengan syarat minggu ini tidak dapat jatah menelpon keluarga......ok deal.....bunda masuk dan ternyata kak byan sudah ada di bawah......di sampingnya berdiri kak tika yang juga sudah bersiap-siap dijemput ayahnya...( dalam hati bunda...anak ini begitu tenang, wajahnya polos tanpa ekspresi). Bunda sangat bersyukur begitu tau kak tika juga didaftarkan di pondok pesantren ini, mereka satu sekolah dari SD dan kami bertetangga pula walaupun tidak begitu dekat, sambil berlalu bunda sapa "kak tika gak ikut sekalian?"......"gak tante, titip barang aja, bapak nanti jemput"........"kami duluan ya kak..." sahut bunda sambil merangkul kak byan dan berjalan ke mobil, kami mulai menyusun rencana, "mau belanja dimana?" tanya ayah, sambil lewat ajalah sahut bunda, sambil sekali-kali kami menanyakan kegiatan kak byan selama 2 minggu ini.
Tiba-tiba hp bunda berdering........ternyata telpon dari rumah dengan suara terbata-bata adikku bertanya "kakak di mana?".." masih di batu aji" jawab bunda.."tolong kakak balik lagi jemput tika, bapaknya kecelakaan dan meninggal barusan waktu berangkat mau menjemputnya "...........Allahu Akbarrrrrrrr.......INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN....sungguh Engkau Maha Besar dan hanya kepadaMu lah kami akan kembali.....tangis kami pecah, ayah keliatan begitu gugup karena kaget......"tadi subuh kami papasan di pintu masjid, ayah tanya jam berapa bapak berangkat jemput tika dan dijawab "jam 7 an Pak" , wajahnya pucat dan tangannya begitu dingin saat bersalaman ".......cerita ayah. Kini seorang ayah yang dinanti putrinya itu telah tiada.......telah pergi menghadap Penciptanya......
Kami memutar arah mobil dan kembali ke pondok pesantren menjemput kak tika, larut dalam kaget dan kesedihan kami masing2......sampai di pondok bunda segera minta ijin dengan pengasuh untuk menjemput kak tika sambil menjelaskan musibah itu ke pengasuh, kami sepakat untuk tidak menyampaikan dulu musibah ini ke kak tika. Sambil merangkul pundaknya " kak tika pulang sama tante yahh, bapak gak bisa jemput" ucapku pelan, perih dadaku mengucapkan kata-kata itu, tapi aku harus kuat, dia tidak boleh tahu musibah ini sekarang.......Ya Allah....kuatkan hati kami....kuatkan gadis kecil ini menghadapi ketentuanMu, dengan wajah sedikit bingung tanpa banyak tanya kak tika kami gandeng menuju mobil. Tidak ada pembicaraan.......hanya detak jantung kami yang bergemuruh seiring dengan perjalanan kami yang begitu cepat rasanya........"kak tika ini ada kue, ayo dimakan nak...." hanya itu komunikasi sepanjang perjalanan kami.......sampailah kami di tempat kecelakaan terjadi, mobil-mobil masih banyak, petugas kepolisian masih sibuk juga kerumunan orang-orang, kami melewati jalan itu pelan.....terlihat sebuah innova hitam nyungsep menyeberangi got pinggir jalan, pecahan kaca berserakan....bisa dibayangkan dahsyatnya kecelakaan itu, sedikit mengangkat kepala melihat kedepan "ada apa yahhh?" tanya kak tika pelan, tidak ada keberanian bunda menjawab pertanyaan itu.....ayah hanya memandang lurus ke depan dengan dada yang sesak sementara bunda sekuat tenaga menahan airmata, dengan ujung mata bunda lihat kak byan menunduk memegang erat bonekanya......entah apa gerangan yang pikirkan gadis kecilku atas musibah yang menimpa sahabatnya???

Tanpa kami sadari perjalanan kami telah sampai, bunda turun dan membuka pintu belakang mobil "ayo kak tika, tante antar yah sampai ke rumah" kami berjalan pelan.......memasuki halaman samping rumahnya, kak tika berhenti melangkah demi melihat tenda terpasang, kursi-kursi tersusun dan tamu2 yang ramai yang menatapnya dengan tatapan iba.."ada apa tante, kok ramai?".......kupeluk gadis kecil itu seerat yang kubisa.......ingin kusatukan kekuatanku untuk menopang luka bathinnya........"kuatkan hatimu ya nak.....bapak sudah tidak ada"........tidak ada suara tangis hanya dadanya berguncang hebat dalam pelukanku...........Allah........Kau Maha Perkasa...berikan kami sedikit kekuatanmu pada hati dan perasaan kami yang hancur berkeping hari ini.......
Jika ini hanya bagian dari episode sinetronpun aku pasti tetap menangis........dan ini bagian dari perjalanan hidupku pagi ini, episode kehidupanku......kurangkul kak tika dan kak byan agar kami saling menguatkan.........
"Selamat jalan Pak Badrun........semoga Allah menerimamu dan memberimu tempat yang layak disisiNya, telah kau tunaikan tanggungjawabmu sebagai seorang ayah sampai maut menjemputmu.....Allahumma Taqabbalhum Syuhada.......Aminn Ya Rabbal Alaminnnn, 2 putri yatim yang kau tinggalkan akan menjadi tanggungjawab kami........In Shaa Allah.....